Senin, 30 Desember 2013

CARA MENANG PEMILU 2014

TRIK TIPS PEMENANGAN PEMILU

 1. Pemetaan 

 Langkah awal yang harus kita lakukan sebelum kita menjadi kandidat caleg ataupun capres dalam pemilu adalah melakukan pemetaan. Yakni membaca,merencanakan ,dan memetakan kekuatan, serta target target yang hendak kita capai dalam pemilu.
Yang diantaranya adalah:

1. Seberapa besar kridibilitas, popularitas dan daya tarik calon atau partai kita di masyarakat.

2. Berapa banyak target dan perolehan suara yang hendak kita capai.

3. Strategi dan rencana apa yang akan kita lakukan untuk mencapai target dalam perolehan suara tersebut.

4. Berapa banyak anggaran biaya dan cost yang akan dikeluarkan untuk mencapai angka target tersebut.

5. Berapa besar kekuatan dukungan yang telah kita miliki baik jaringan kader (masa aktif), simpatisan (masa pasif),relasi, keluarga dan yang lainnya. Dan berapa besar kekuatan calon dari partai pesaing kita. Serta berapa banyak masa putih atau  ngambang yang akan diperebutkan.
Dalam hal ini fungsi intelijen dari kader dan simpatisan kita untuk  memberikan informasi yang tepat,sangat mutlak diperlukan. Sebagai data valid yang akan dgunakan untuk menentukan kebijakan selanjutnya. Agar kita lebih jelas mengetahui Mana kader kita mana bukan, mana simpatisan kita mana yang bukan dan mana masa  ngambang yang akan kita perebutkan.

 6. Berapa besar wilayah jangkauan kita. Dan berapa besar baisi basis yang kita miliki ditiap tiap wilayah.serta berapa banyak tim ( kader) yang kita miliki ditiap wilayah tersebut guna membantu pergerakan kita dalam perolehan suara. Baik tim inti maupun tim bayangan.

7. Dimana letak kekurangan dan kelemahan dari calon atau partai kita, dan bagaiman strategi serta upaya kita untuk menutupi kekurangan dan kelemahan tersebut.

11. Masa 

Secara garis besar basis masa terbagi menjadi tiga bagian yakni:

1. Kader ( Masa aktif) yakni masa militan atau fanatik yang terus berjuang dan berusaha untuk memenangkan calon atau partai yang diyakininnya.

2. Simpatisan ( Masa Pasif) Yakni masa yang simpatik baik sama calon atau partaai yang diyakininnya tapi cenderung tidak aktif dan bergerak untuk berjuang memenangkannya.masa ini cenderung masih labil dan dapat berubah.

3. Masa ngambang ( putih ) yakni masa yang masa bodoh dan belum terpengaruh atau simpatik terhadap salah satu calon atau partai manapun. Diantara masa yang ketiga ini. Masa ngambanglah yang senantiasa dijadikan sasaran untuk diperebutkan selain masa simpatisan. Karena masa ini sangat mudah dipengaruhi . diKarenakan belum terpengaruh dan tertarik dengan calon atau partai manapun. Kerja keras calon dan kader untuk mempengaruhi dan meyakinkan masa seperti sangat mutlak diperlukan.

111. Tehnik Kampanye
Tehnik kampanye atau penggalangan masa umumnya terbagi menjadi lima. yaitu:

1. Menyerang
Tehnik menyerang adalah tehnik penggalangan masa dengan cara menyerang dan menyikapi setiap kebijakan kebijakan dan kelemahan kelemahan partai atau calon tertentu dengan tujuan mememudarkan atau melemahkan ketertarikan masa tertentu  agar tidak simpati. Dan beralih kepartai atau calonnya .Baik melalui propaganda atau black kampannye.

2. Power Force
Tehnik kampanye power force atau pamer kekuatan adalah tehnik kampanye dengan mengandalkan pamer kekuatan seakan akan partai atau calonnya adalah partai yang besar dan calon yang kuat.Dengan harapan orang menjadi simpati atau tertarik untuk gabung dan ikut memilih dia. karena takut tidak ada kawannya jika memilih yang lainnya. Tehnik kampanye power force biasanya banyak digunakan oleh partai besar atau caloan yang mempunyai basis masa yang banyak.

3. Singgel Fait
Tehnik kampanye singgel fait adalah tehnik kampanye yang hanya mengandalkan beberapa orang atau hanya  calon saja. Dengan mengandalkan figur calon atau kader yang dianggap mampu untuk menarik simpati. Tenik kampanye singgel fait biasanya dilakukan oleh calon yg sudah dikenal khalayak luas atau  partai yang kurang percaya akan kinerja kader dan simpatisannya  denga tujuan mendapatkan hasil yang lebih efektif, akurat dan menghemat anggaran.

4. Jaringan.
Tehnik kampanye jaringan adalah tehnik yang menggunakan dan mengandalkan  jaringan tim kader dan simpatisannya. Dimana kader dan simpatisannya yang lebih banyak bergerak untuk mencari dukungan masa dan simpatik khalayak umum ketimbang calonnya.

5. Mercusuar
Tehnik kampanye mercusuar adalah tehnik kampanye yang lebih mengandalkan media Dengan cara promosi atau pemasangan iklan. Baik melalui media cetak, suara, elektronik, jejaring sosial ,internet ,dll. Dengan tujuan mendongkrak popularitas dan mencari simpatik penggunanya melalui peran media.

6. Kolaborasi
Kolaborasi adalah tehnik kampanye dengan menggabungkan beberapa tehnik kampanye. baik power force, singgel fait, jaringan, mercusuar dan yang lainnya. Tehnik ini yang banyak dilakukan calon calon atau partai pada umumnya saat ini. karena lebih efektif dalam mencari masa atau dukungan, walau menghabiskan anggaran dan biaya yang tidak sedikit dibandingkan dengan tehnik tehnik lainnya.

IV. Jenis jenis simpatik dan dukungan.

Jenis-jenis simpatik, ketertarikan dan dukungan seseorang biasanya karena 4 hal yakni.

1. Kedekatan fisikologis'
Kedekatan fisikologis adalah kedekatan atau ketertarikan masa karena faktor fisikologis. Karena sering bersentuhan atau berhubungan secara langsung hingga ada ikatan secara fisikologi.

2. Kedekatan Visi Misi
Kedekatan visi misi adalah kedekatan karena merasa satu visi dan misi dengan keyakinannya sehingga diharapkan dapat mewakili apa yang diharapkan dan dicita citakan selama ini.

3. kedekatan Figur
Kedekatan figur adalah kedekatan karena figur menarik, tidak asing dan sering dilihatnya baik melalui media atau yang lainnya.

4. Kedekatan kedaerahan atau RAS
Kedekatan kedaerahan adalah kedekatan karena  merasa satu daerah, suku ataupun keyakinan yang dianutnya.

5. Kedekatan finansial
kedekatan finansial adalah kedekatan karena faktor ekonomi karena mengharapkan imbalan atau motif lainnya dengan tujuan mencari keuntungan.

6. Kedekatan gaung
Kedekatan gaung adalah kedekatan  karena gaung atau desas desus suara terbanyak masyarakat atau lingkungan sekitarnya. Hingga takut merasa sendiri atau beda sendiri dengan mengikuti arus yang ada.



...........
Bersambung.....