Kritik & Saran Untuk Negeri

 POTRET BURAM PENDIDIKAN


Potret pendidikan dinegeri ini laksana dagangan selembar kertas tak berharga, sudah diberikan selanjutnya terserah anda, tak ada jaminan dan garansi apa2, mungkin lebih berharga BPKB kendaraan atau selembar nota. Yang bisa digunakan sebagai garansi atau jaminan .

KEMISKINAN SISTEMATIK 

Perekonimian dinegeri ini semakin mengkrucut laksana gunung es mengarah dan terkosentrasi hanya menuju kebeberapa pengusaha dan konglomerat saja, seperti pengusaha ritel supermarket atau minimarket, kendaraan bermotor, media telekomunikasi dan lain sebagainya.Sementara sisanya baru diperebutkan sebagian besar masyarakat banyak. Sungguh ironis, Apakah ini pertanda kemiskinan yang sistematik atau sengaja diciptakan.

 

Kapan Jadi Produsennya?

 

Negara kita jadi konsumen yang paling terkonsumtif untuk produk-produk negara lain akan tehnologi modern , dari media komunikasi, alat-alat elektronik,rumah tangga, kecantikan bahkan makanan sekalipun.Kapan jadi produsennya?


Kalau memang kita belum bisa mengimbangi negara lain dibidang tehnologi maju dan modern,tapi mengapa  kita tidak mencoba menjadi produsen dibidang pangan,seperti agro perikanan, peternakan, dan pertanian yang sesuai dengan SDA dan SDM yg ada di negara kita.

 

ASET YANG MENGHILANG

Aneh tapi nyata, banyak aset negar  yang di jual atau disuastanisasikan dengan alasan negara rugi dan terbebani. Tapi anehnya yang dijual sebagian besar  aset-aset negara yang notabennya untuk kepentingan rakyat banyak, dan anehnya yang mau membelinya berebut ngantri, mana yang bodoh ya, penjualnya atau pembelinya ?. 

Kalu pembelinya, mungkin itu hal yang mustahil . Masasih ada pengusaha yang mau mengantikan dan membeli perusahaan yang sudah jelas-jelas  rugi. Tapi inilah fenomena yang ada dan nyata adanya.

                                 UANG YANG BICARA

Salah itu untuk orang miskin,tapi tidak untuk orang kaya. Asal ada uang semua bisa di selesaikan dengan KUHP alias kasih uang habis perkara, tinggal pilih saja dimana tempat setornya. Di kepolisian , dikejaksaan, dipengadilan, atau di rutan. Kalau tidak bisa caranya,tanyakan gayus ahlinya .